MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

 LDK OSIS-MPK SMA KOSGORO

 Sebanyak  tujuh puluh lima siswa SMA Kosgoro Kota Bogor mengikuti kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) calon pengurus  OSIS dan MPK pada tanggal 16-17 September 2016 yang berlangsung di sekolah dan Bumi Perkemahan Edwin Ciapus, Bogor.  LDK dengan tema “Menjadi pemimpin yang berkualitas dan bertanggungjawab”, itu dengan materi meliputi kepemimpinan, keorganisasian yang meliputi Tupoksi  OSIS-MPK , ketahan sekolah dan Negara, kerohanian, dinamika kelompok dan olah raga.

 

Pembina OSIS H. Asep Turnawan,M.Pd.  menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan di dua tempat yaitu di sekolah untuk materi teori seperti kepemimpinan, keorganisasian yang meliputi tugas dan fungsi OSIS-MPK, ketahanan sekolah dan Negara sedangkan untuk pembinaan rohani dan fisik dilakukan di Bumi Perkemahan. Peserta LDK   OSIS_MPK ini merupakan siswa yang telah lolos seleksi. Syarat-syarat menjadi pengurus OSIS-MPK tersebut antara lain berakhlak mulia, memiliki jiwa memimpin, berprestasi dibidang akademis, berwawasan luas, memiliki semangat berkorban dan tidak duduk di kelas 12.  Seleksi ini dilakukan mengingat pengurus OSIS-MPK akan menjadi contoh teladan bagi teman-temannya. Dengan demikian meskipun banyak kegiatan diharapkan anggota pengurus OSIS-MPK dalam pelajaran tidak ketinggalan.

 

Dalam pembukaannya Kepala SMA Kosgoro H. Tri Atmojo, M.Pd meminta kepada seluruh peserta LDK secara sadar untuk mempesiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan melalui OSIS dan MPK yang ada di sekolah. SMA Kosgoro merupakan miniatur Indonesia, untuk itu belajar dan berlatihlah  dari sekarang agar menjadi pemimpin yang berkualitas dan amanah untuk negeri ini.

 

Tri Atmojo menyebutkan ada empat hal yang harus dimiliki agar kepemimpinannya itu berhasil. Pertama, kepribadian yang kuat. Pengeurus OSIS-MPK harus mengembangkan pribadi yang percaya diri, berani, bersemangat, murat hati, dan memiliki kepekaan sosial. Kedua, memahami tujuan organisasi dengan baik. Pemahaman yang baik merupakan bekal pemimpin agar dapat menjelaskan kepada anggota, serta menemukan strategi yang tepat untuk mencapainya. Ketiga, berpengetahuan luas. Pemimpin harus memiliki pengetahuan luas tentang bidang tugas maupun bidang lain yang terkait. Keempat, ketrampilan professional yang terkait dengan bidang tugasnya, yaitu ketrampilan teknis, ketrampilan konseptual dan hubungan kemanusiaan.

 

Kegiatan yang didampingi oleh Wakil kepala sekolah dan staf serta Pembina OSIS ini berakhir dengan mengesankan dengan wajah berseri-seri meskipun lelah setelah mengikuti rangkaian latihan fisik dan mental.