MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

SMA KOSGORO PERINGATI HARI OZON INTERNASIONAL

Hari Ozon Internasional  yang jatuh pada tanggal 16 September diperingati di SMA Kosgoro pada tanggal 21 September 2016 dengan mengadakan berbagai macam perlombaan. Perlombaan yang diikuti oleh perwakilah seluruh kelas 10,11 dan 12  SMA Kosgoro berlangsung sangat meriah.

 

Ketua panitia lomba Bagas Tri Hadprayitni dari kelas 12-IPA.1 mengatakan  ada enam macam lomba yaitu lomba lukis tong sampah, pidato, baca puisi, sing a song, poster dan stand up comedy. Kegiatan ini untuk mengingatkan arti pentingnya lapisan ozon sekaligus mencari bibit untuk mewakili sekolah dalam perlombaan antar sekolah dan  hasil dari  kegiatan ini seperti melukis tong sampah dan membuat poster akan dipasang di kelas-kelas.  “Saya gembira kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari teman-teman yang ikut ambil bagian dalam perlombaan ini. Misi kami dengan peringatan ini  diharapkan  dapat memberikan informasi pentingnya menjaga lapisan ozon dan menghindari penggunaan bahan-bahan perusak ozon (BPO),” demikian ungkapnya.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo dalam sambutan pembukaan  menjelaskan sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Barat dan dalam  mempersiapkan  tingkat Nasional merupakan  kewajiban sekolah untuk mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Peringatan Hari Ozon Internasional yang ditetapkan  Perseikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 16 September menjadi perhatian diantaranya. Dewasa ini telah  terjadi kerusakan lapisan ozon di stratosfer akibat zat-zat perusak ozon (Ozon Depleting Substance/ODS)  menyebakan semakin banyak sinar UV yang mencapai bumi. Hal ini sangat berbahaya terhadap kelangsungan makhluk hidup di bumi. Sinar ultraviolet dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kanker kulit, penyakit  katarak pada mata, dan rusaknya system imunisasi tubuh dan perubahan sel-sel hidup pada manusia dan hewan. Kehidupan laut, ekosistem, dan hutan pun akan terganggu bila volume sinar ultra ungu melebihi batas normal. Selain itu berkurangnya lapisan ozon menyebabkan musim dingin menjadi bertambah dingin di Kutub Utara.

 

Tri Atmojo memberikan beberapa saran yang bisa dilakukan oleh warga sekolah dalam mengurangi kerusakan ozon itu yaitu dengan  berperilaku ramah lingkungan  dengan meminimalisis penggunaan AC, dispenser, kulkas, dan tabung pemadam kebakaran serta produk-produk lainnya  seperti aerosol spray, busa untuk bantal kursi, larutan untuk mengoreksi tulisan di kertas (tip-ex),  dan lainnya yang menggunakan bahan perusan ozon (BPO) diganti peralatan-peralatan yang menggunakan bahan-bahan alternative lain yang lebih ramah ozoz. Demikian juga peralatan rumah tangga berbahan aerosol yang masih mengandung CFC  (chorofluorocarbon) diusahakan jangan sampai bocor atau lepas ke udara.

 

“Dengan peringatan Hari Ozon Internasional diharapkan informasi mengenai manfaat ozon bagi bumi dan penghuninya serta pentingnya melindungi lapisan ozon dari zat-zat BPO sampai kepada para siswa yang selanjutnya diharapkan ikut ambil bagian dalam melestarikannya,” demikian paparnya.