MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

 SMA KOSGORO SELENGGARAKAN IHT KURIKULUM 2013

“Melalui IHT berubah  mindset dari teacher oriented mejadi student oriented” 

Untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 tahun 2016  SMA Kosgoro mengadakan In-House training (IHT)  selama 5 (lima)  hari dari tanggal 28 September s.d. 2 Oktober 2016 di sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut guru, karyawan, perwakilan yayasan, perwakilan orang tua dan perwakilan siswa. Sedangkan sebagai nara sumber dari Dinas pendidikan dan guru Instruktur Nasional.

 

 SMA Kosgoro yang pernah melaksankan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 selama satu semester  kembali melaksanakan Kurikulum 2013  pada tahun pelajaran 2016/2017 ini. Selain SMA Kosgoro ada sembilan   SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun ini di Kota Bogor,  yaitu  SMAN 5, SMAN 4, SMA Bina Bangsa Sejahtera, SMA Insaln Kamil, SMA Rimba Madya, SMAN 10, SMAn 9, dan SMA PGRI 3. Untuk implementasinya Direktorat  Pembinaan SMA  dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan  memberikan  pembinaan  dalam bentuk  pelatihan dan pendampingan.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menjelaskan  bahwa  pelaksanaan  In-House training (IHT) dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 28 September  s.d. 2 Oktober 2016 atau setara dengan 52 jam @ 45 menit. Lebih lanjut Tri Atmojo  menjelaskan bahwa ada delapan tahapan pendampingan guru kelas X di SMA  sasaran Kurikulum 2013 tahun 2016  yaitu sebagai beriku; 1) rapat koordinasi pendampingan, 2) in-house training di sekolah, 3) on-1 kunjungan tim pendamping ke sekolah, 4) on-2 kunjungan tim pendamping ke sekolah, 5) implementasi kurikulum 2013 oleh sekolah, 6) on-1 pertemuan anggota klaster, 7) in-2 pertemuan dengan anggota klaster,  8) pelaksanaan pembelajaran mandiri.

 

Sedangkan materi  IHT meliputi materi umum yaitu; 1) kebijakan dan dinamika perkembangan kurikulum, 2) perakan penumbuhan budi pekerti dan sekolah aman, 3) peran keluarga dalam pembelajaran siswa, 4) penguatan literasi dalam pembelajaran, 5) kompetensi, materi, pembelajaran dan penilaian, 6 pendampingan berbasis sekolah. Sedangkan materi pokok meliputi; 1) analisis kompetensi, pembelajaran dan penilaian, 2) perencangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 3) praktik pembelajaran dan penilaian, 4) praktik pengelahan dan pelaporan penilaian hasil belajar.

 

Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Kota Bogor Jajang Koswara dalam sambutan pembukaan IHT menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum 2013 di sekolah disamping berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran juga berkaitan dengan pendudukung sukses implementasinya disekolah antara lain dukungan administrasi, sarana, lingkungan, pelayanan, budaya dan lain-lain. Oleh karena itu semua unsur sekolah harus tahu, mau dan mampu melaksankan Kurikulum 2013 sesuai dengan peran dan fungsinya disekolah.  Oleh karena itu saya berterima kasih IHT di SMA Kosgoro diikuti oleh semua unsur sekolah mulai dari yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, laboran, pustakawan, teknisi, orang tua, keamanan sekolah dan lainnya berkumpul untuk mendapatkan informasi Kurikulum 2013.

 

Selanjutnya Jajang menjelaskan bahwa pendampingan implemenatsi Kurikulum 2013 merupakan wahana untuk merubah pola pikir (mindset) dari guru aktif mengajar menjadi peserta didik aktif belajar, dari teacher oriented mejadi student oriented.  Keberhasilan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 tahun 2016 sangat dipengaruhi oleh kualitas keseluruhan proses pengelolaan mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan pelaporan. Oleh karena itu saya minta  agar program pendampingan implementasi Kurikulum 2013 di SMA Kosgoro tahun 2016 dapat terlaksana sesuai tujuan diperlukan adanya komitmen dari semua pihak dari yayasan, sekolah, dan orang tua serta siswa.

 

Hal senada disampaikan Pengawas Dinas Pendidikan untuk SMA H. Bambang Darmadji  sebagai nara sumber di hari pertama menambahkan  bahwa pendampingan  Kurikulum 2013 tahun 2016 dilakukan dengan pendekatan whole schoole dimana pendampingan  ini diberikan kepada guru mata pelajaran juga unsur sekolah dan yayasan yang terlibat dalam proses pendidikan.  Melalui pendekatan whole schoole ini implemenatasi Kurikulum 2013 bukan hanya menjadi tanggungjawab guru saja tetapi menjadi tanggungjawan bersama seluruh unsur sekolah.