MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

MEMBANGUN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI  DONOR DARAH

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 88 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2016 SMA Kosgoro Kota mengadakan serangkaian kegiatan diantaranya  kegiatan donor darah pada Rabu,  19 Oktober 2016. Kegiatan ini merupakan aksi Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMA Kosgoro   bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Palang Merah Indonesia Kota Bogor berlangsung dengan baik.  Donor darah ini mendapat sambutan baik dari para siswa, guru dan karyawan. Sebanyak 353 siswa kelas 12 diperiksa untuk diambil darahnya namun banyak yang tidak bisa karena tidak memenuhi persyaratan.

 

 

Pembina PMR  unit SMA Kosgoro Yeni Satria Warman menjelaskan bahwa setiap tahun kami mengadakan kegiatan Donor Darah yang pada tahun ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 88. Tema  kegiatan ini adalah “Berani Donor Darah Itu Baik. ” Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran dikalangan remaja terutama SMA Kosgoro untuk mau mendonorkan darahnya demi kemanusiaan  dan itu adalah suatu hal yang sangat baik.

 

Lebih lanjut Yeni Satri Warman menambahkan, dari semua siswa Kosgoro yang berjumlah 353 siswa  tidak semua dapat melakukan donor darah, hanya yang memenuhi  persyaratan yang yang dapat melakukan donor darah. Pesyaratan itu  antara lain; 1) usia lebih dari 17 tahun, 2) tidak minum obat minimal 2 jam sebelum donor, 3) dan dalam kondisi sehat dsb.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo dalam sambutan pemukaan donor darah ini menyampaikan kegiatan donor darah ini merupakan program sekolah melalui PMR Unit SMA Kosgoro  yang pada tahun ini sekaligus  menyambut  HUT Sumpah Pemuda ke 88. Tri Atmojo menyambut gembira dan memberikan penghargaan kegiatan donor darah ini, terutama kepada siswa kelas 12 yang berani menyumbangkan darahnya.    Donor darah merupakan perbuatan mulia perwujudan dari rasa rela berkurban atau kepedulian sosial, karena orang-orang itu dengan  ikhlas menyumbangkan darahnya  tanpa melihat RAS dan golongan.

 

Selain memberikan manfaat bagi penerima donor darah, karena telah menyelamatkan jiwa seseorang, seperti transfusi darah untuk korban kecelakaan atau untuk penyakit tertentu.  Tidak  hanya itu, dengan berdonor darah secara rutin maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel-sel darah baru sehingga fungsi darah lebih baik. Selain itu,  kesehatan pendonor akan terpantau karena selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan lewat darah.

 

Sesuai dengan target dari PMI yang menyediakan 50  kantong darah darah dapat terpenuhi. Sebenarnya masih banyak yang akn melakukan donor darah tetapi karena keterbatasan katong yang dibawa.

 

Respon positif disampaikan oleh para siswa dalam kegiatan donor darah ini, seperti yang dikemukakan  Ali Adrian, Maulana Okta,Jefika, Tegar Wiradika dan Febriana Nurcahyani yang semua kelas 12 ini  merasa senang bisa membantu aksi kemanusian ini, bahkan mereka berharap program ini akan berlanjut seterusnya. “Melihat jarum suntiknya sebenarnya saya tadi takut juga, tetapi untuk  membantu sesama dan biar punya pengalaman maka akhirnya saya beranikan diri untuk berdonor,” demikian tambah Febriana dari kelas 12-IPA 2 ini.