MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

BIJAK MENSIKAPI HASIL RAPOR ANAK

Di minggu terakhir bulan Desember ini  seluruh sekolah membagikan buku rapor. Dinas Pendidikan Kota Bogor telah menetapkan tanggal titimangsa rapor tanggal 24 Desember 2016, namun pembagian buku rapor disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Di SMA Kosgoro pembagian buku rapor dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Desember 2016. Orang tua dan siswa hadir disekolah untuk mengambil buku rapor dan untuk mengetahui prestasinya selama satu semester ini.

 

 

Tri Atmojo menjelaskan bahwa buku rapor berisi informasi biodata peserta didik, nilai pencapaian kompetensi dan informasi lainnya pendukung dokumen laporan hasil belajar.  Hasil belajar penilaian dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.  Orang tua biasanya hanya memantau kemajuan siswa  secara kuantitas dari hasil ulangan harian (UH), ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan akhir semester (UAS) dalam bentuk angka 0-100, sedangkan hasil belajar secara kualitas yang dinyatakan dengan simbol huruf A, B, C, D yang merupakan  sikap, tingkah laku (afektif), aspek ketrampilan, dan kecakapan dasar (psikomotorik) sering diabaikan, padahal ini juga penting. Terlebih lagi penilaian kepribadian yang berisi kelakuan, kedisiplinan, kerapihan dan kebersiha harus mendapat perhatian lebih.

 

Orang tua atau wali diminta untuk menyimpan buku rapor dengan baik karena buku rapor merupakan dokumen tertulis siswa yang autentik dan bukti pencapaian kompetensi siswa dan juga sebagai laporan pertanggungjawaban pihak sekolah.

 

Apapun nilai rapor anak, terimalah dengan lapang dada. Tak perlu dibandingkan dengan saudaranya atau temannya. Karena tiap anak itu unik. Setiap anak adalah juara. Setiap anak diberikan Allah talenda, keunggulan yang akan sanggup bertahan dan menjadi pemenang dalam kehidupannya.  Menerima dengan seyum lebih menyenangkan dan menyehatkan.

 

JIka nilai rapor anak jelek bukanlah akhir dari segalanya.  Jangan memberikan respon negatif yang  menghancurkan semangat belajar belajar anak.  Lakukan refleksi agar anak mampu menemukan solusinya sendiri.  Dengarkan dan  dukung anak agar bangkit dan semakin semangat belajar. “Tiga langkah orang tua menghadapi nilai anak tidak baik yaitu dengan bertanya bagaimana nilai rapormu apakah sudah sesuai dengan usahamu, kedua dengarkan cerita anak tentang nilai tersebut, ketiga anak diajak melakukan  refleksi dan yang terakhir bangun komitmen agar anak menjalankan rencananya,” demikian Tri Atmjo memberikan tpis.