MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

SAMBUT RAMADHAN SMA KOSGORO CUCURAK

 Guna menjalin tali silaturahmi  sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H.,SMA Kosgoro Kota Bogor   mengadakan acara cucurak di  Desa Gumati, Cimahpar, Bogor pada hari Rabu, 24 Mei 2017. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh guru , karyawan dan pengurus Yayasan Dharma Setia Kosgoro (YDSK).

 

 

Sekretaris YDSK  Suhendra yang asli Sunda menjelaskan bahwa cucurak berasal dari kata curak-curak yang dapat diartikan kesenangan atau bersenang-senang. Bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi disambut dengan suka cita. Menurutnya tradisi menyambut bulan puasa di masyarakat kita  bermacam-macam, mulai dengan membersihkan makam atau  ziarah kubur, memberikan sedekah untuk orang tuanya, dan yang khas di Sunda  adalah cucurak yaitu makan bersama menyambut bulan suci Ramadhan.  Meskipun tidak dituntunkan oleh Nabi Muhammad, tetapi dapat kita ambil positifnya saja yaitu sebagai ajang silaturahmi untuk  saling maaf memaafkan. “Tradisi semacam ini memang tidak wajib, tidak dilakukan juga tidak apa-apa. Yang paling penting adalah persiapan kita menghadapi bulan suci Ramadhan secara lahir dan batin. Semoga puasa kita di tahun ini diberikan kemudahan dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertaqwa,” demikian harapan Suhendra.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo dalam sambutannya mengucapkan selamat menunaikan ibadah shaum kepada seluruh keluarga besar SMA Kosgoro dan yayasan, semoga acara cucurak ini dapat sebagai media silaturahmi untuk saling memaafkan dan mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadhan. Menurut Tri Atmojo ada empat pesiapan yang diperlukan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Pertama, persiapan rukiyah atau keimanan.  Persiapan keimanan berupa niat yang ikhlas, pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan, menjaga lisan serta berfikir yang positif.

Kedua, persiapan jasadiyah atau jasmaniah.  Puasa perlu dipersiapkan dengan menjaga kesehatan agar selama puasa tetap segar selama sebulan. Persiapan fisik ini berupa olah raga, makan bergizi. Ketiga, persiapan keilmuan. Sebelum memasuki bulan puasa perlu ilmu yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan seperti tata cara ibadah yang benar, hal-hal yang membatalkan puasa, fadhilah puasa dan sebagainya. Persipan ilmu dapat dilakukan dengan membaca-baca buku, menghadiri majlis ta’lim, hal ini penting karena tanpa ilmu ibadah kita akan ditolak oleh Allah SWT. Keempat, persiapan harta. Persiapan harta yang dimaksudkan disini selain untuk buka dan sahur juga untuk infak, sedekah dan zakat di bulan Ramadhan agar pahalanya berlipat ganda.

 

“Semoga dengan persiapan yang baik  insyaAllah kita dapat beribadah lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih bertaqwa dan dapat masuk ke surga Ar Rayyan, yaitu surga yang dikhususkan orang-orang yang berpuasa,” demikian harapannya sekaligus sebagai doa penutupnya.