MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

PESANTREN KILAT SMA KOSGORO "Menjadi Pendengar Yang Baik"

Dalam mengisi bulan suci Ramadhan  SMA Kosgoro mengadakan pesantren kilat (Sanlat) selama dua hari tgl. 29-30 Mei 2017.  Kegiatan yang dilaksanakan menjelang ulangan kenaikan kelas itu  diikuti oleh kelas 10 dan kelas 11.

 

 

Menurut Pembina Rohis SMA Kosgoro Hj. Iis Mulyani,  materi sanlat kali ini meliputi shalat dhuha dan dzikir, hikmah puasa, menyambut lailatul qodar, fikih ibadah, baca tulis al quran, motivasi belajar dan merawat jenazah. Untuk nara sumber selain melibatkan para guru juga mengundang mantan ketua MUI Kota Bogor KH. Adam Ibrahim, Ustad Drs. H. Dadang Holiyullah, Adli Azhari Nasution Qori Nasional dan Rektor Trilogi Jakarta yang juga Guru Besar IPB Prof. DR. H.  Asep Saefuddin, M.Sc.

 

Asep Saifuddin dalam materi sanlatnya menyampaikan kunci sukses pelajar dimasa yang akan datang. Menurutnya orang sukses harus mempunyai minimal lima kemampuan yaitu, kemampuan mendengar, kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tulisan, kemampuan membaca, kemampuan berbahasa asing minimal bahasa Inggris dan  kemampuan tambahan seperti musik.

 

Secara khusus Asep menjelaskan bahkan melakukan simulasi bagaimana menjadi pendengar yang baik dengan melibatkan beberapa siswa sebagai model. Orang  sukses diawali dengan menjadi pendengar yang baik. Mendengar yang baik lebih didasarkan karakter, sikap dan perbuatan ketulusan.  “Jadi menjadi pendengar yang baik itu berarti kita sedang membangun karakter, rasa menghargai dan rasa menghormati terhadap orang lain meskipun berbeda pandangan, tolong tetap dengarkan!” pesan Asep.

Lebih Lanjut Asep memberikan  tips menjadi pendengar yang baik yaitu;  pertama, pusatkan perhatian Anda pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dikatakan. Kedua, berikan kesempatan lawan bicara Anda untuk menyelesaikan apa yang ingin dikatakan. Hindari memotong pembicaraan orang lain. Selain tidak sopan, selain itu juga orang merasa tidak dihargai sehingga bisa tersinggung.  Ketiga, memberi umpan balik. Dengan adanya umpan balik Anda telah membuat bergairah untuk terus berbicara.   Keempat, berlatihlah mendengarkan dengan tulus.

 

Menurut Asep Saefuddin,” melalui mendengar, Anda dapat  meningkatkan wawasan yang lebih mendalam dari orang tersebut dan juga meningkatkan hubungan.  Manfaat lain menjadi  pendengar yang baik ternyata dapat memperkuat otot fokus Anda. Ketika Anda sering mendengarkan pembicaraan orang lain, Anda pun berlatih untuk lebih fokus dalam menjalankan pekerjaan, juga dalam menyimak rekan bicara Anda,” demikian pendapatnya.