MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

SISWA BARU SMA KOSGORO MENGIKUTI PSIKOTES

Sebanyak 350 siswa baru kelas X SMA Kosgoro mengikuti Psikotes selama lima jam yang diselenggarakan oleh sekolah pada hari ini, Jum’at 14 Juli 2017.  Bekerjasama dengan Psikolog Bromo Slution, hasil psikotes akan digunakan untuk rekomendasi dalam pemilihan jurusan IPA/IPS di SMA Kosgoro.

 

 

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum Reni Herawati  mengatakan bahwa konsekuensi dari penerapan kurikulum 2013 maka sejak kelas X minggu pertama awal tahun siswa sudah memilih jurusan IPA atau IPS.  Dari jumlah siswa  baru 346, akan dibagi menjadi  enam kelas program IPA dan empat kelas program IPS.  Dasar dari penetapan peminatan   peserta didik di SMA Kosgoro berdasarkan kurikulum 2013 diantaranya,  memiliki nilai rata-rata mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam semester 1,2,3,4,5,6 dan UN lebih dari 7, rekomendasi  dari orang tua dan guru BK serta  data deteksi potensi melalui psikotes.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menjelaskan bahwa psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan  Psikolog (professional) atas permintaan sekolah  untuk memberikan gambaran untuh tentang aspek-aspek psikologi seseorang sesuai dengan kebutuhan sekolah.  Melalui tes psikologi peserta didik akan memahami kompetensinya dan gaya belajar serta dapat mengaktualisasikan dirinya berdasarkan hasil tes.  Hasil psikotes meliputi, pertama; intelegensi meliputi  kecerdasan, daya tangkap, kemampuan verbal, kemampuan numerical dan kreatifitas. Dengan dilaksankan tes ini, sekolah akan lebih mudah mengelompokkan siswa berdasarkan minat, bakat dan kecerdasan. Kedua; sikap belajar, meliputi ketelitian, ketekunan, motivasi berprestasi, inisiatif. Ketiga; Kepribadian, meliputi stabilitas emosi, kerjasama, kemandirian, kepercayaan diri dan penyesuaian diri.

 

Tri Atmojo menambahkan,  dari hasil  psikotes guru bimbingan konseling (BK) akan bekerjasama dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas dan orang tua dalam menentukan jurusan.  Guru BK melalui pelayanan BK membantu peserta didik  dalam memilih dan menentukan arah peminatan mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran berdasarkan kekuatan dan kemungkinan keberhasilannya.

 

“Psikotes bukan ujian, maka tidak perlu belajar. Yang diperlukan adalah kesiapan mental. Karena pelaksanaan psikotes ini memakan waktu cukup lama dan menguras energi maka disarankan kepada para siswa untuk istirahat  yang cukup dan makan pagi,” demikian himbauannya Tri Atmojo.