MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

SMA KOSGORO MENUJU ADIWIYATA NASIONAL

SMA Kosgoro sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Barat pada tahun 2016 kembali dicalonkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional pada tahun 2017.

 

Menurut ketua Adiwiyata SMA Kosgoro Senthot Rudi Handono ada empat komponen yang harus dipenuhi sebagai sekolah Adiwiyata yaitu; kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Dokumen empat kompunen tersebut sudah dikirim ke DLH untuk diikutkan dalam seleksi nasional Sekolah Adiwiyata.

Untuk mendukung program tersebut, terutama dalam pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 SMA Kosgoro mengadakan serangkaian kegiatan seperti  lomba kebersihan kelas,  pemeriksaan kesehatan siswa, pemeriksaan dan penyuluhan pedagang di kantin sekolah yang bekerjasama dengan UPTN Puskesmas Tegal Gundil.

Dalam pemeriksaan ke kantin sekolah Koordinator Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Bogor Utara Yoga Virdianingngsih kantin SMA Kosgoro sudah baik dalam melakukan pelayanan kantin sehat dan ramah lingkungan, hal ini dibuktikan tidak ditemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet/pengenyal, pewarna, perasa yang tidak sesuai dengan standar kesehatan. Makanan yang dijual semua baru tidak ada yang kadaluwarsa, juga kantin tidak menjual makanan yang dikemas tidak ramah lingkungan seperti plastik, Styrofoam dan aluminimum foil.  “Kami meminta agar kondisi seperti ini dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk kesehatan warga sekolah untuk jangka panjang nanti,” demikian harapan Yoga Virdianingsih.

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menyambut baik SMA Kosgoro satu-satunya SMA di Kota Bogor yang  dicalonkan untuk mengikuti seleksi sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2017. Meskipun standar nilai minimal 72, yaitu 90% dari total nilai maksimum (80) sangat berat, namun manfaat yang besar akan diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini. Penilaian Adiwiyata meliputi penilaian dokumen sekolah yang sekarang sudah dikirim juga Tim Nasional akan melakukan observasi  lapangan pada bulan September nanti.

“Manfaat dari kegiatan ini  memperoleh predikat sekolah Adiwiyata Nasional merupakan kebanggaan seluruh warga sekolah, namun tidak menang pun banyak manfaat yang diperoleh sekolah seperti, mendukung percepatan pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan, dan menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif,” demikian Tri Atmojo menjelaskan.