MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

SAMBUTAN KETUA UMUM YAYASAN DHARMA SETIA KOSGORO PADA ACARA  HUT KEMERDEKAAN RI KE 72

Bismillahirrohmanirrohim.

Yth. Kepala Sekolah SMA, SMK, SMP, para Wakil Kepala Sekolah, Staf TU  dan Dewan Guru SMA, SMK, SMP Kosgoro,.

Yth Rekan-rekan Pengurus dan karyawan YDSK

Dan Anak-anaku Siswa-Siswi SMA, SMK, SMP Kosgoro sekalian yang saya banggakan, mutiara-mutiara bangsa, anak-anak pemilik negeri tercinta Republik Indonesia

 

Asslamu’alaikum Wr. Wb.

 

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua.

Sebagai umat yang beragama, marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala karena atas rahmat dan ridhaNya kita dapat berkumpul untuk melaksanakan upacara istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia yakni mengenang bersama suatu hari yang paling bersejarah dalam perkembangan dan pertumbuhan bangsa kita yakni upacara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 dalam keadaan sehat, kuat, aman, dan senantiasa bersemangat.

Beberapa hari yang lalu di sekolah, di lingkungan RT/RW masing-masing kita telah merayakan hari istimewa ini dengan beragam kegiatan dan lomba-lomba, namun hendaknya kita semua selain merayakan, juga pada pagi ini marilah kita sejenak menundukkan kepala mengenang jasa semua para pahlawan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa dalam perjuangan panjang merintis, mengantarkan, menegakkan, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dari lubuk hati yang paling dalam kita memohon ke hadirat Allah Yang Maha Memberi semoga arwah para pahlawan yang di dalamnya termasuk pula pahlawan pendidikan mendapat tempat kemuliaan yang layak di sisiNya.

 

Bapak/Ibu dan anak-anaku sekalian,

Peristiwa Kemerdekaan dengan berbagai liku dan perjuangan tersebut bukan sebagai nyanyian dan dongeng dari generasi ke kegenerasi, kita tahu bahwa tetangga kita Malaysia merupakan negara yang kemerdekaanya hampir bisa dikatakan sebagai kemerdekaan hadiah dari Inggris, sehingga banyak diberitakan kalau rakyat malaysia kurang bangga memperingati hari kemerdekaanya, namun disisi lain, para pemuda dan generasi muda Malaysia menyadarinya. sehingga mereka bertekad bahwa “memang kita bukan keturunan nenek moyang pejuang dan pemberani sebagaimana bangsa lain, namun kita akan menunjukan pada Dunia kalau, nenek moyang kita akan bangga pada kita..karena hari ini dan esok kita akan menjadi bangsa hebat, bangsa yang akan mengantarkan nama Malaysia menjadi negara maju.”

Contoh yang demikian, bukan hanya Malaysia saja, tapi Singapura yang tadinya negara pesisir dan terbelakang, Korea selatan yang bangkit menjadi negara industri yang dipelopori dari kebanggaan para pemuda dan pemerintahannya  terhadap produk anak bangsanya, mereka  memakai Hyundai dan KIA kerena mereka bangga pada diri mereka sendiri.

Bagaimana dengan Indonesia??

Peringatan 17 Agustus 1945, sudah selayaknya tidak hanya dijadikan seremonial belaka, dengan perlombaan atau hiburan-hiburan tetapi  justru seharusnya sebagai moment perenungan dan keprihatinan bahwa hari ini kita belum bisa bikin bangga para nenek moyang dan pejuang pendiri Bangsa ini, kita keturunan bangsa pemberani, kita keturunan nenek moyang yang berkomitmen lebih baik mati daripada tunduk dengan keterjajahan

Bapak/Ibu guru dan anak-anaku sekalian,

Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan kepada kita semua, kepada pengurus Yayasan, Guru-Guru dan juga kepada seluruh Siswa bahwa saat ini bangsa Indonesia akan memasuki apa yang disebut “Bonus Demografi”. Apa itu Bonus Demografi ??

Bonus Demografi adalah keadaan tingginya penduduk usia produktif dibandingkan usia tidak produktif, dimana memasuki tahun 2020, diperkirakan jumlah penduduk  produktif  mulai dari usia 16 sampai 63 tahun akan mencapai 70 persen dan penduduk non produktif turun menjadi 30 persen.  Kapan prosentase itu mencapai puncak ideal?  Yakni antara tahun 2028 hingga 2030, dimana 100 orang produktif menanggung 44 orang non produktif dan Indonesia akan mendapat “berkah bonus” demografi.  Pada keadaan masa Bonus demografi, angkatan kerja yang produktif akan sangat banyak, terbanyak di dunia. Tetapi kalau kualitasnya tidak kita siapkan, ini justru akan menjadi bumerang bagi negara kita, bagi kita semua,

Saya cenderung tidak langsung mengatakan sebagai “bonus” demografi, karena “kenyataan” demografi yang akan dihadapi itu bagai pedang bermata dua. Secara sederhana, pada 2020 hingga 2030 Indonesia akan mendapat “berkah bonus” demografi apabila potensi generasi produktif itu dipersiapkan, dikelola, diperjelas visi-misi, dan disatukan ke dalam “kekuatan” bersama yang tersistem dan terpola secara apik.

Melimpahnya jumlah penduduk usia produktif itu merupakan modal besar untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Jumlah penduduk produktif mencapai 70 persen itu memang cukup menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi. Namun, untuk meraih dan merasakan bonus demografi diperlukan sejumlah kondisi yang perlu disiapkan dan ditata sejak sekarang, yaitu pendidikan yang layak, lapangan kerja yang tersedia, pelayanan gizi dan kesehatan yang memadai; dimana kondisi ini merupakan “kondisi primer” untuk menyambut potensi usia produktif pada 2020.

 

Lebih lanjut Mendikbud Muhadjir mengatakan penduduk usia produktif mulai dari anak-anak muda usia produktif 16-63 tahun, harus di berikan pendidikan untuk menghadapi bonus demografi tahun 2030 mendatang termasuk harus  memiliki paradigma entrepreneur atau kewirausahaan.

Bapak/Ibu guru dan anak-anaku sekalian,

Semoga kita semua yang diberi Allah kesempatan hidup saat ini dapat mengambil peran masing-masing dalam ruang yang lebih luas, mengisi kemerdekaan ini dengan mewujudkan cinta kepada Indonesia dengan sebaik-baiknya  sesuai dengan kapasitas kita sebagai seorang guru yang hebat, guru yang handal, guru yang senantiasa dicintai para siswanya.

Juga sebagai siswa, anak-anak semua dapat memberikan teladan sebagai siswa yang rajin belajar, semangat bersekolah, tidak mudah putus asa, patuh dan taat pada orang tua dan guru, mengikuti perkembangan zaman dengan kedalaman iman dan mampu menunjukkan jati diri sebagai siswa yang bangga sebagai warga negara Indonesia, dan kelak mampu ikut berperan serta mendukung cita-cita luhur seluruh anak bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bermartabat di dunia dan beruntung kelak di akhirat.

Bapak/ibu guru dan staf Tata Usaha serta para siswa yang saya banggakan, pada kesempatan ini juga izinkan saya selaku Ketua Yayasan Dharma Setia Kosgoro  dan saya selaku pribadi menyampaikan penghargaan, rasa hormat, dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh guru dan staf Tata Usaha yang dengan sepenuh hati telah rela mengabdikan diri untuk sekolah kita Kosgoro dan tetap setia berperan aktif dan positif, serta saling menguatkan, menjaga, dan mengangkat nama baik SMA/SMK/SMP Kosgoro Kota Bogor  di dunia pendidikan khususnya di Kota Bogor.

Terima kasih atas seluruh perhatian bapak/ibu guru dan staf TU juga seluruh siswa, mohon maaf atas segala kekurangan,

Dirgahayu Republik Indonesia.

 

Billahit Taufiq  Wal Hidayah,

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 Widiyanto Dwi Surya, MSc

Ketua