MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

 PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK

SMA Kosgoro terus berbenah untuk mewujudkan mimpinya menjadi sekolah adiwiyata nasional, untuk itu ketua adiwiyata SMA Kosgoro mengadakan pelatihan pemanfaatan limbah plastic untuk menambah nilai ekolnomis pada hari Senin, 4 September 2017. Sebagai nara sumber Direktur Bank Sampah Kota Bogor Novi Ekamulya dari Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa peserta pelatihan khususnya kelas 10.

 

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menjelaskan bahwa dari jumlah siswa 925 siswa diperkirakan akan menghasilkan sampah sekitar 12 – 15 kg setiap hari. Dari sampah yang banyak itu pengolangan sampah meliputi tiga tahap. Tahap pertama,  pemisahan sampah organik dan sampah anorganik dan di wadah yang berbeda. Tahap kedua, pengolahan dengan menerapkan 3R yaitu reuse atau penggunaan kembali, reduce atau pengurangan dan recycle atau daur ulang. Tahap ketiga, sampah yang tidak dapat ditangani sekolah, dikumpulkan ke tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan  untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan  ke tempat penampungan akhir (TPA).

 

Dalam pemaparannya Novi Ekamulya menjelaskan bahwa mulai 5 Juli 2017 Kota Bogor telah memiliki Bank Sampah Induk. Saat ini telah ada 80 unit Bank Sampah yang tersebar di RW-RW Kota Bogor. Novi mengharapkan SMA Kosgoro yang akan dinilai sebagai sekolah adiwiyata nasional 2017 harus sudah membiasakan berperilaku ramah lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, matikan lampu apabila tidak digunakan, kurang sampah dan pilah, gunakan sepeda untuk beraktifitas serta kurangi penggunaan kantong plastik.

 

Menurut Novi, plastic merupakan jenis sampah yang paling sulit diurai dan paling banyak mencemari lingkungan. Untuk mengurai botol air mineral saja diperlukan ratusan tahun.  Untuk itu Novi menyambut baik penyelenggaraan seminar ini sebagai upaya pelestarian lingkungan. Menurut Novi limbah plastic dapat diolah menjadi barang bernilai seni dan nilai jual yang cukup tinggi. Pemanfaatan limbah plastic tidak hanya menghasilkan tempat pensil, kotak tisu, gantungan baju, lukisan kolose plastic, dan sebagainya tetapi  juga dapat sebagai sumber energy, bosai plastic, dan kerajinan lainnya.