MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

YUDISTIRA BASARI DIREKTUR BANK SAMPAH SMA KOSGORO

Kepedulian SMA Kosgoro terhadap kelestarian lingkungan terutama dalam penangan sampah di sekolah ditunjukkan dengan berdirinya Bank Sampah. Pelantikan pengurus Bank Sampah sekolah yang dilanjutkan seminar incubator bisnis itu telah dilaksanakan pada hari Kamis, 14 September 2017 di Graha Solidaritas SMA Kosgoro oleh ketua Yayasan Dharma Setia Kosgoro DR. H. Widiyanto Dwi Surya. Mereka yang dilantik Muhammad Yudistira Basari sebagai Direktur dibantu 34 pengurus lainnya dan anggota.

 

 Diretur Bank Sampah Muhammad Yudistira Basari menjelaskan bahwa Bank Sampah merupakan sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong warga sekolah terutama para siswa untuk ikut ambil bagian. Mekanisme yang kami lakukan mulai dari pemilahan sampah, penyetoran sampah ke Bank, penimbangan, pencatatan, dan pengangkutan. Bank Sampah Kota Bogor siap menerima sampah an organik dari kami terutama sampah plastik dan sampah kertas.

 

Ketua yayasan Widiyanto merasa gembira adanya Bank sampah di SMA Kosgoro. Sekarang ini dikalangan siswa pemahaman akan pentingnya pemanfaatan sampah masih sangat minim sehingga perlu terus ditingkatkan. Barang rusak, benda tak terpakai, sisa makanan dibuang begitu saja di kebun, di TPA atau bahkan ada yang di sungai. Penyelesaian masalah sampah tidak hanya dilakukan oleh dinas kebersihan saja, namun pemerintah dan seluruh masyarakat harus ambil bagian termasuk sekolah. “Saya berharap Bank Sampah ini bisa berjalan dengan baik sehingga menjadikan sekolah yang bersih dan nyaman untuk proses belajar mengajar,” demikian harapan Widiyanto.

 

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo menambahkan, dari sekitar seribu orang yang terdiri dari siswa, guru, karyawan dan petugas kantin akan menghasilkan sekitar 20 kg sampah setiap hari. Sampah sebanyak itu kalau pengelolaannya tidak benar maka akan menjadi bencana, baik di sekolah maupun lingkungan. Dengan adanya Bank Sampah akan mengurangi masalah tersebut sekaligus memberikan manfaat bagi sekolah dan lingkungan, seperti sekolah lebih bersih, indah, sehat, menyadarkan warga sekolah akan pentingnya kebersihan, dan menjadikan sampah bernilai ekonomis. “Tujuan kami adanya Bank Sampah untuk mempersipan sekolah adiwiyata nasional dalam membangun karakter siswa yang peduli lingkungan disamping membantu pemerintah mengelola sampah,” demikian tegasnya.