MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

PERINGATAN MAULID NABI SAW DI SMA KOSGORO

Sebagai bentuk penguatan dalam pendidikan karakter terutama meneladani Nabi Muhammad SAW,  SMA Kosgoro mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Solidaritas Sekolah  pada hari  Kamis, 23 November 2017.  Untuk memeriahkan suasana tampil hiburan  marawis, nasid dan manakiban dari   tim Rohis.  Hadir sebagai penceramah Ustad H. KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, pengurus Yayasan Kosgoro, Bapak ibu guru dan karyawan serta para siswa.

 

 

Menurut Pembina Rohani Islam (Rohis) Iis Mulyani kegiatan  Maulid Nabi ini sengaja dilaksanakan hari ini mengingat minggu depan  sudah  pelaksanaan penilaian akhir semester (PAS). Menurut Iis tema Maulid kali ini adalah “ Wujudkan keteladanan hidup Rasullah SAW untuk meningkatkan akhlak mulia dan sebagai landasan meraih prestasi.

 

Dalam sambutannya kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo  meminta agar kegiatan maulid tidak hanya kegiatan serimonial, tetapi sebagai momentum untuk melakukan kontemplasi seberapa besar cinta kita kepada Rasulullah dan seberapa banyak perilaku Rasullulah kita contoh untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.  Menurut Tri Atmojo mencintai Rasulullah dapat dilakukan dengan cara mengagungkan, memuliakan dan meneladaninya, mentaati perintahnya, serta beribadah sesuai dengan petunjuk Rasulullah.

 

 Sementara itu KH. Mustafa Abdulallah bin Nuh dalam ceramahnya peringatan maulid adalah upaya untuk mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tentu saja tidak hanya mengingat hari lahirnya beliau. Tapi juga mengingat jasa-jasa beliau yang telah menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.

 

Makna Maulid Nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal bukan lagi sebagai kegiatan serimonial, tetapi sebuah momentum untuk mentahbiskan beliau sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup kita.

 

Secara khusus KH. Mustafa berpesan kepada para siswa yang masih remaja yang merupakan generasi penerus bangsa mempunyai filter dari pengaruh buruh  seperti paham radikalisme. Menurutnya hamper semua pelaku terorisme didominasi oleh anak-anak ramaja. Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, banyak dimanfaatkan juga oleh kelompok radikal dan terorisme untuk menyebarkan paham-paham radikalisme. Tidak hanya itu, banyak kalangan remaja yang termakan berita hoax. Untuk menangkal radikalisme KH. Mustofa para remaja harus meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama agar tidak tersesat. Selain itu sebagai generasi yang melek teknologi wajib untuk menyaring informasi yang didapat. Perlu disadari sebagai warga Negara  Indonesia NKRI adalah harga mati, untuk itu para siswa perlu terus meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.  “Melalui Maulid Nabi mari kita gunakan untuk meneladari Rasulullah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk diterapkan di Indonesia yang pluralis,” demikian permintaannya.