MOTTO SEKOLAH

Berwawasan Lingkungan dan Kebangsaan Keunggulan Teknologi
Sekolah Unggul Terakreditasi A
Kedisiplinan Ciri Khas SMA Kosgoro Kota Bogor

PAGELARAN SENI SMA KOSGORO

Banyak ragam untuk menyalurkan rasa seni siswanya, seperti halnya di SMA Kosgoro, guru mata pelajaran Seni budaya Asep Mulyana mengadakan pagelaran kelas. Kegiatan yang digelar selama delapan hari mulai tanggal tanggal 25 April sampai 3 Mei 2013 setelah jam pulang sekolah yang setiap kelas mendapat jatah dorasi waktu dua jam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 dan 11. Setiap kelas menyajikan lima bentuk seni budaya, yaitu drama/teater, akuistik, vokal group, tarian, perkusi dan iklan kreatif. Kegiatan ini akan dinilai oleh dewan juri untuk menentukan juara sekaligus untuk nilai raport semester genap.

Kepala SMA Kosgoro Tri Atmojo mengemukakan bahwa mata pelajaran Seni Budaya termasuk dalam kelompok mata pelajaran estetika yang bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Ada dua kompetensi yang akan dicapai dari pembelajaran Seni budaya yaitu siswa mampu memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni serta mampu menunjukkan apresiasi klik untuk MEMPERBESARterhadap karya seni. “Pertunjukan musik perkusi misalnya, diama para siswa memanfaatkan benda apapun disekitarnya untuk menghasilkan suara musik merupakan bagian dalam pencapaian kompetensi tersebut, disamping pelajaran lain yg dapat dipetik oleh siswa seperti seni peran, mengorganisasi kegiatan, dan kreasi senian lainnya” demikian pungkasnya.

Hari pertama pagelaran seni jatuh pada kelas 11-IPA.3 dan kelas 10-1. Ketua pagelaran seni Kelas 10-1 Amalia Rahwmawati menyampaikan bahwa kelasnya sudah latihan selama tiga bulan, dia dan kawan-kawan akan menampilkan drama/teater, akuistik, vokal group, tarian, musik perkusi dan iklan kreati banyak mendapatkan sambutan meriah dari para siswa. Luar biasa penampilan dari kelas 10-1 ini, meskipun tampil di jam 15-17.00 tetap menyedot perhatian karena tampilannya ditata secara apik. Perkusi misalnya, dengan alat musik botol-botol yang diisi air kemudian dipukul pakai sendok mengeluarkan irama lagu yang bagus ditambah dengan tetabuhan dari galon air dan kaleng bekas, yang mengiring lagu Jali-jali asal Jakarta itu enak didengar dan penonton kagum dengan kretifitasnya.

Demikian juga drama dari kelas 11-IPA.3 yang mengisahkan perjuangan Julenong untuk mengubah nasibnya dari tidak mampu menjadi orang sukses disuguhkan dengan menarik dan penuh humor. “Meskipun kami capek latihan ini dan banyak suka dukanya, semua itu terobati melihat tampilan tema-teman yang kompak dan mengesankan” ujar Bambang Sasmita ketua kelas 11-IPA.3.