SMA Kosgoro Kota Bogor pada awal berdirinya telah dijadikan Pilot Project sebagai sekolah percontohan dibidang pendidikan di lingkungan Kosgoro, dalam perkembangannya termasuk sekolah swasta yang diunggulkan di Kota Bogor dan sejak awal berdirinya telah menunjukkan prestasi yang dapat dibanggakan baik dalam bidang akademis maupun non akademis.


SMA Kosgoro adalah salah satu sekolah swasta unggulan di Kota Bogor. Dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu keluaran atau ketamatan telah mempunyai program khusus guna mencapai tujuan yang diinginkan berdasarkan visi dan misi yang dikembangkan di sekolah ini. Adapun Visi dan Misi SMA Kosgoro Bogor adalah :

" Menjadi SMA Swasta terdepan di Kota Bogor dan Unggul di Tingkat Nasional "

Top Panel

Cikal Bakal SMA Kosgoro

Berdirinya SMA  Kosgoro Kota Bogor diawali dengan berdirinya sebuah yayasan yang disebut Yayasan Dharma Setia KOSGORO (YDSK). YDSK terbentuk sebagai produk dari  pelaksanaan program Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO Kota Bogor periode 1986-1991.

SMA Kosgoro Saat Ini

Sejak awal pendiriannya pada tahun 1988, SMA Kosgoro Bogor telah memposisikan diri sebagai sekolah swasta dengan ciri Berwawasan Kebangsaan dan Keunggulan Teknologi, dengan  visi : "Menjadi SMA Swasta Terdepan di Kota Bogor dan Unggul di Tingkat Nasional".

Sarana Pengembangan Teknologi

Berdasarkan pengalaman selama 20 tahun, kini telah dikembangkan berbagai program-program yang sangat bermanfaat bagi siswa, laboratorium komputer dengan jaringan LAN, laboratorium multimedia, internet dan pendalaman bahasa Inggris.

Meraih Prestasi

Siswa dan siswi SMA Kota Bogor pada setiap tahunnya selalu memperoleh penghargaan dan mencetak prestasi bidang akademik maupun non akademik. Hal ini merupakan hasil nyata program pendidikan yang diterapkan dan pengembangan sarana yang memadai.

Wawasan Kebangsaan

SMA Kosgoro Bogor merupakan sekolah yang berwawasan kebangsaan sebagai wadah pembentukan generasi muda yang mempunyai semangat cinta tanah air, bersikap disiplin, semangat wawasan kebangsaan dan motivasi tinggi dalam belajar dan bersosialisasi.

SMA KOSGORO Terakreditasi "A"

Hasil pelaksanaan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah tahun 2010, seperti halnya pada tahun 2006 SMA Kosgoro Bogor kembali mendapat akreditasi "A" dengan nilai 97.04. Hal ini menunjukan konsistensi SMA Kosgoro Bogor dalam pendidikan masih layak dan mampu memenuhi standar mutu pendidikan di Indonesia.

Semangat Nasionalisme
Oleh Administrator   
Jumat, 29 Agustus 2008 00:00 WIB

Berawal dari kondisi nyata di negeri ini, semakin menguatnya kecenderungan dari sebagian anak bangsa yang lebih berkonsentrasi pada kepentingan universal dengan mengabaikan kepentingan nasional.

Kondisi ini memang merupakan temuan yang sering kita hadapi di lingkungan sekolah ini, apalagi di lingkungan di luar sekolah. Pada  satu kesempatan penulis bertatap muka dengan siswa, penulis memanfaatkan waktu untuk berdialog tentang masalah di sekolah, di lingkungan bermain mereka atau kegiatan mereka di rumah, sampai masalah di negeri ini.

Pada kesempatan itu sering juga membicarakan tentang wawasan kebangsaan tujuannya ingin mengetahui pemahaman, pembinaan atau pendapat pribadi mereka sebagai pelajar dan sebagai pemuda Indonesia. Penulis kadang memancing reaksi siswa tentang berbagai masalah yang ada di negeri ini. Sejauh mana atau sedalam apa pengetahuan mereka sebagai warga Negara tentang berbangsa dan bernegara..?

Pernah juga penulis meminta siswa untuk menyebutkan isi sumpah pemuda, siswa pertama tidak hafal itu, siswa kedua menyebutkan dengan susunan yang terbolak-balik.

Begitu pula pada waktu upacara bendera di hari senin, tidak sedikit siswa yang tidak serius bahkan berdiri tegap dan hormat benderapun seperti yang terpaksa…?

Terlebih lagi waktu menyanyikan lagu-lagu nasional, sering ditemukan siswa yang tidak ikut bernyanyi. Ternyata setelah ditanyakan rata-rata menjawab “ tidak hafal Bu” manis terasa di hati.

Salah siapa..? kalau sudah begini siapa yang salah? Ada di mana kesalahan itu? Apakah pada waktu mereka SD? Atau ketika di SMP? Di SMA? Atau bisa juga akibat dari ketidaksiapan mengahadapi perkembangan dan perubahan global?

Apabila kondisi pemuda seperti itu, bagaimana mau peduli terhadap negeri tercinta ini? Padahal kita hidup di bumi pertiwi ini? Bagaimana mereka mau peduli terhadap kasus-kasus yang terjadi? Seperti bendera merah putih dirobek-robek lalu diinjak-injak kemudian dibakar oleh kelompok pemuda di Australia.

Bagaimana dapat terpancing mudahnya kalau mereka sama sekali tidak tahu bahwa lagu-lagu, tarian, seni batik, dan budaya Indonesia lainnya yang diklaim oleh Malaysia. Belum lagi masalah pasir kita yang dikeruk untuk memperluas wilayah Negara Jiran.

Tugas siapa ?

Selanjutnya tugas siapa semua ini? Jawabannya, tugas kita semua! Kita sebagai pemuda, sebagai guru, sebagai orang tua, sebagai panutan, sebagai tokoh agama, atau kita sebagai teman yang sudah pasti kita sebagai warga Negara Indonesia. Tentunya berkewajiban untuk berbuat sesuatu yang dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme yang saat ini sudah memudar. Mari kita lakukan sesuatu untuk negeri ini, jangan selalu menuntut apa yang akan kita dapatkan dari negeri ini. Tegak atau hancurnya suatu bangsa sangat tergantung kepada bangsa itu sendiri di negara manapun wawasan kebangsaan memerlukan kendali dari tegak atau hancurnya suatu bangsa.


 

Tambah komentar

Perhatian ! Dilarang memberikan komentar yang mencaci maki, asusila, berbau fornografi, mencemarkan nama baik dan melanggar hukum yang berlaku. Jika melanggar mohon maaf komentar Anda kami abaikan. Terimakasih.


Kode keamanan
Putar ulang


  • Sildeshow Kanan
  • Sildeshow Kanan
  • Sildeshow Kanan
  • Sildeshow Kanan

Login Form



Alih Bahasa

Indonesian English French German Italian Malay Portuguese Russian Spanish

Pengunjung

Ada 54 Tamu online

Go up